52 Jam Untuk Indonesia
Tapak melangkah pada 17 jam pertama,
Dimana juang menggerutu nan membara
Hidupkan batin yang tlah lama nestapa
Dihempas, ditempa, terlempar, hilang ribuan suka.
Pula ternampak 17 jam yang kedua,
Dimana keringat berlomba tuk mengalir
Sang surya tak mau mengalah pada langitnya
Sejenak terhampas pasukan angin semilir.
Kian datang 18 jam terakhir,
Bak mawar lama tak tersiram
Kian layu, terlihat semenjana
Namun, sedikit demi sedikit padam.
Sebuah perjuangan
Ukirkan kenangan
Terbawa jadi harsa
Tercatat jadi suka duka.
Bak tumbuh kobaran anala
Kalbuku kian membara
Hadiahkan separuh waktu
Eloknya kado tuk Indonesiaku.
-indira and-
Murka
Diguncang,
Digoyahkan,
Kota-kota terhempas.
Bergetar,
Menghancurkan,
Kian tenggelam.
Dibenci bila jadi kenangan
Acehku yang ku sayang
Acehku yang malang
Acehku yang amata sabar
Kupergi karena keharusan
Semua ini bukan sebuah pilihan
Kau, takkan rasakan kuat
Pabila bukan engkau yang berbuat
Tanahku sayang kini sudah tua
Bumiku sayang kini telah murka
Jiwa-jiwa yang sudah renta
Hanya bisa termenung saja
Otak-otak penyesalan
Rasa-rasa kecewa yang terpendam
Tenggelam sudah diterjang
Acehku sayang, Acehku sayang.
-Indira-
-, 2017

Komentar dengan Facebook