Suatu Ketika Saat Api Pudar di Tengah Panasnya Bara

Suatu Ketika Saat Api Pudar di Tengah Panasnya Bara

Kabutku,
Engkau kini jadi asap hitam
Karena kini apinya kian padam
Terbawa pergi bersama anila
Ciptakan rasa dasar sederhana

Maksud hati tumbuhkan asmaraloka
Ingin hindari sakitnya retisalya
Sayap-sayap tlah duduk diatas jenggala
Atma pandangi kilau kirana

Sukarela ku kasih kalbu
Tuan sanggah butiran batu
Membara sudah amat membara
Kan ku banjiri dengan tirta

Tak pernah tuan kasihkan krida
Hanya makian nan mencela
Tabah sudah terlewat batas
Setiap angkat terhela nafas

Karena tuan tlah menghilang
Terbawa kabut yang semakin padam

Biar saja jadi kenangan
Biar jadi kisah tersuram
Ini semua karena tuan
Kini tuan jadi jelmaan
Samar-samar, kian hilang,
Layaknya asap yang makin menghitam
-indira and-

Komentar dengan Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *