Sampah
Waktu itu
Dering itu
Rangkaian candamu
Dan lelucon saat temu
Tatap pertama,
Kesan seketika buat sirna
Tak mampu berkutik nan bergemanda
Apa yang kini tlah dirasa
Kemarin, yang diperjuangkan
Sekarang, dalam sekejap hilang
Sekarang terbuang
Bahkan Sekarang tak ada lagi kesan
Kini aku dianggap sampah
Diberi asupan manisnya sumpah
Dipermainkan olehmu
Dimuntahkan bersama semu
Fana, jahilnyaku dulu
Terlahap silatan bibir pedangmu
Terjerumus dakam monopoli buatan
Dan, terlempar pada lembah terdalam
Tak mampu luapkan semua amarah
Tau saja, dikau pasti lelah
Tau saja, kini hanya diri ini yang rasakan gelisah
Tau saja karena, kini diri hanyalah sampah
-indira-
Jumat, 14 Juni 2019

Komentar dengan Facebook