Putri Sejagad
Surya tumpahkan selimut jingga
Nafas bumi datang menyelinap pelan
Satu lontaran membidik dada
Kaulah si cantik, si mulut pedang
Mimpi-mimpi, sungguh besar
Ekspetasimu meluber keluar
Tak tercapai berteriak kencang
Lalu, rangkai dusta panjang lebar
Yang kau kasihi selalu dipuji
Yang kau benci selalu dimaki
Saat bersalah tak mau akui
Saat si benci salah ditertawai
Rupamu indah nan menawan
Hingga banyak kata kau Bungaku
Tapi mengapa semua diterkam
Dan keluar senaman bibir pedangmu
Alam goyah,
Jika tercipta terjun air pupil mungilmu.
Ragamu lepas,
Semua tenang setelah itu.
Kau yang paling dikasihi
Kau juga yang terus ia beri nasihat
Kau yang selalu dipagari ratusan peri
Engkau Si Putri Sejagad.

Komentar dengan Facebook