KALAU BUKAN KITA, SIAPA LAGI?

Oeh : Siblil Falah

Tenang dan damai, dimana berbagai burung berkicau dengan suka cita dan angin menari kesana kesini hingga membentuk gerakan yang sangat indah dipepohonan. Namun, ketentraman ini terganggu dengan suara mesin yang merong-rong dan suara gemuruh dari pepohonan yang tumbang.

Tak jauh dari tempat itu,ada 3 orang pemuda yang sedang bermain bersama di sebuah lapangan namanya Anton, Dani dan Bagus.

“Teman teman suara bising apa sih itu?”ucap Bagus.

“Entah gus,kayaknya perutku ini yang lagi lapar.” Ucap Anton sambil tersenyum.

“Kau ini Anton lapar terus perutmu itu,perasaan tadi kamu makan paling banyak.”ucap Bagus.

“teman teman saya tau,kata bapakku sedang ada penebangan liar di hutan sebelah selatan,”ucap Dani.

“apaah penebangan liar?gaswat ini nanti hutan kita lama kelamaan gundul…ayo teman teman kita pergi kehutan untuk memperingati orang orang tersebut.”ujar Bagus.

“ayooo”ucap kedua teman Bagus.

Dengan bergegas mereka langsung pergi kehutan,setibanya mereka langsung menegur sang penebang liar tersebut.

“hey paman,hentikan perbuatan tersebut,”teriak salah satu dari mereka.

Tetapi,para penebang tersebut tidak menggubris sama sekali perkataan dari pemuda tersebut. Dikarena perkatan mereka tidak digubris,maka mereka bertiga memutuskan untuk melempari para penebang itu dengan tanah.

“apa yang kamu lakukan disini bocah!apa mau cari mati? teriak salah seorang dari mereka dengan perasaan marah.

“kami tidak akan membiarkan paman untuk menebang pepohonan di hutan kami.Apa paman tidak tahu bahwa banyak makhluk hidup yang hidup di sini?apa juga paman tidak tahu resiko penebangan liar ini?”ujar ketiga pemuda tadi.

Para penenbang yang merasa terganggu oleh kehadiran ketiga pemuda tadi,mereka membawa pemuda itu keluar dari hutan tersebut dan mereka kembali melanjutkan penebangan kembali.

“teman teman kita tidak boleh diam seperti ini,kita harus melaporkan masalah ini kepada kepala desa”ucap Bagus.

Akhirnya ketiga pemuda tersebut langsung pergi ke kantor kepala desa meskipun jarak antara tempat mereka dengan kantor kepala desa sangat jauh.Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai dan langsung bertemu dengan kepala desa tersebut yang kebetulan sedang ada di depan kantor.

“assalamu’alaikum, pak kami mau melapor bahwa hutan bagian selatan sedang ada penebangan liar.”ucap salah satu dari mereka.

 “wa’alikumsalam,ouh masalah itu,sudah kalian tenang saja Itu adalah urusan orang besar.”ucap sang kades.

“tapi pak jika penebangan terus berlanjut,pasti akan berdampak negatif pak.”ucap Bagus.

“sudah kalian tahu apa.lebih baik kalian pulang dan belajar dirumah saja”ujar sang kades.

Akhirnya ketiga pemuda tersebut pulang dengan perasaan kecewa dan mereka tidak menyangka bahwa orang penting seperti ini malah ikut campur dengan penebangan itu.

Disaat mereka berjalan salah satu dari mereka ada yang mempunyai ide yang cemerlang.

“teman teman bagaimana kalau kita menanam bibit pohon saja agar nanti jika besar dapat menjadi tempat peresapan air?”ucap Dani.

“menurutku percuma saja kita menanamnya,”ucap Anton.

“hush Anton jangan pesimis seperti itu dong,setidaknya kita sudah berusaha.”ucap Bagus.

 “okelah aku ikut saja.”ucap Anton dengan suara lirih.

“nah kayak gitu dong.okeh besok kita menanam bibit pohon,jika mereka menebang 1 pohon kita harus menanam 1 pohon kalau bisa 5 pohon.setuju….”ucap Dani.

“setuju…”ucap kedua temannya dengan semangat.

Keesokan harinya mereka sudah mempersiapkan semua peralatan dan beberapa bibit yang akan mereka tanam di hutan.Disaat mereka menanam pohon tak sengaja para penebang hutan itu melihatnya.Namun,pintu hati mereka tidak tergugah sama sekali bahkan mereka malah menginjak bibit pohon yang sudah mereka tanam dengan susah payah.

Benar saja tak sampai satu bulan hutan yang dahulunya rimbun dengan pepohonan yang indah sekarang sudah tidak tersisa sedikit pun,sampai sampai daerah tersebut tertutup oleh debu yang amat pekat karena ketandusanya.Hingga tiba pada suatu hari pada daerah itu diguyur hujan 3 hari 3 malam tanpa henti dan akhirnya pada suatu malam terdengar suara gemuruh yang sangat besar dan angin yang sangat kencang.

Keesokan harinya para warga panik karena hutan yang ada disamping desa nya mengalami longsor dan mengakibatkan 2 desa dibawahnya hilang.Berita tersebut menyebar hingga terdengar sampai ketiga pemuda tadi.

“hai teman teman kalian dengar tidak berita tanah longsor di daerah yang gundul itu?”ujar Anton.

“sudah,bahaya sekali ini bisa jadi nanti desa kita yang mengalami musibah ini.”ucap Bagus.

“saya punya ide nih,bagaimana jika kita umumkan untuk para warga supaya melakukan reboisasi didaerah tersebut dengan memanfaatkan speaker mushola?”ucap Anton.

“tumben Anton kamu berfikiran sejauh itu,biasanya Cuma mikirin makanan. Ouh iya itu juga ide bagus.ayok kita lakukan.”ucap bagus.

“hehehe iya nih,mumpung perut dah kenyang.”ucap Anton.

 Lalu mereka langsung menuju mushola dan memberikan pengumumannya.

“assalamualaikum…”terdengar suara dari mushola.

Mendengar pengumuman tersebut para warga yang dahulunya tidak terlalu memperhatikan sekarang sudah sadar apa pentingnya menjaga hutan.Kemudian mereka membawa peralatan dan mengikuti ketiga pemuda itu kehutan untuk menanam bibit pohon.

Semenjak hari itu mereka terus menanam pohon dan hutanpun kembali asri dan damai berkat usaha dari ketiga pemuda tersebut.

Tamat

Komentar dengan Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *