Yang Memandang
Tatapnya tajam
Kelopaknya sayu
Batinya tegar
Hatinya sendu
Terlanjur sudah berteman halu
Terikat sudah dengan sembilu
Namun tak pernah ruah menderu
Semburkan argu yang makin beradu
Kertas putih bersih
Kian terkias ribuan keluh
Jari-jari seorang terkasih
Tak lagi ada, makin menjauh.
Butiran pasir mendesir
Karena si ombak yang mengusir
Bukanlah bukan butiran pasir
Yang terhempas lemah, langsung mendesir.
-indira-

Komentar dengan Facebook