Kabut
Aku adalah kabut,
Yang dingin, namun menghangatkan.
Aku adalah kabut,
Yang samar-samar, namun merapatkan.
Aku hanyalah kabut,
Hilangku berkorban tuk sang hujan.
Aku hanyalah kabut,
Putihku kan hilang
Agar dua tatap saling memandang.
Akulah kabut,
Mengeratkan yang terpencar
Mengembalikan mereka yang tak pulang
Mengisi kosongnya ruang
Sebab tawa, suka, nan asmaraloka
Aku ini kabut,
Walau menutupi namun, jadi saksi
Lihainya ia mengejarmu,
Hibur menghibur sampai membaur
Rayu kau dirayu sendu.
Berbisik mendengung makinlah syahdu
Hanyalah kabut,
Hanyalah sementara
Enyalah dengan penikmatku
Sekejap pergi karena dingin makin menderu
Duhai hujan yang semburkan angin rindu.

Komentar dengan Facebook