Mimpi Tak Seperti Mimpi

Mimpi Tak Seperti Mimpi

Disore yang hanya sesaat
Diatas tanah hitan pekat
Dipijak lihat rapuh, dahan coklat
Dibawah awan, beralaskan langit biru muda
Diiringi kicauan burung-burung nampak ceria

Disini,
Dibaringkan tubuh ini
Disenderkan kepala ini
Perasaan kian melepuh
Kian jatuh, kian menjadi-jadi

Didekat muara,
Sejenak kita pandangi senja
Lihat tuan-tuan kian suka cita
Rasakan gelombang air kian menggema
Makin erat, makin hangat, genggam kita

Disampingmu,
Atmaku pandang eloknya dirimu
Kian lama, kian mendalam,
Kian dalam, kian tentram,
Kian tentram, kian tak mau memejam.

Disela-sela waktu kala itu,
Tertulis sajak kecil tentangmu
Diantara hangatnya sinar surya
Terkias diksi mungil diambang suasana

Disepanjang jalan kembali pulang,
Tiada sepercik kata ra…

Komentar dengan Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *