Pandangmu Gandeng Pandangku

Pandangmu Gandeng Pandangku

Ternampak sosok teeurai terekam angan
Tersimpan dalam kurun tak direncanakan
Membuai ribuan dampak kasmaran
Namun, sebatas tetesan angan

Suatu bayang mengingatkan
Suatu kata t’lah menebal
Apalah daya sosok biasa ini
Hanyalah sebatas kagum dalam sunyi

Satu langkah, buat merekah
Satu kata, buat mimpi makin sayu
Harapan teramat besar
Membludak! Namun ditinggalkan

Tatap menatap pada satu tempat
Langkah menetap pada satu jejak
Lisan mengucap pada satu siasat
Namun hati enggan tuk merapat

Deret detik kian terlewat
Deret pekan kian menanjak
Menelusuri kalbu, lembah diri
Kian menguat, kita kan satukan hati (lagi).
-indira-
Kamis, 25 Juli 2019

Komentar dengan Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *