Sosok Tanpa Koda
Tukas yang kau lontar mengalun syahdu
Dengung kidungmu terintai merdu
Kerasnya tatapmu meruncing tajam
Sampai-sampai, para bungapun ikut terdiam
Garis wajahmu nampaknya layu
Namun, terlihat indah tanpa kata semu
Hingga kalbuku makin menderu
Makin terjun, makin merayu
Terlelap dalam eloknya tawa
Terjebak dilubuk pesonanya
Gelagak yang amat memikat
Buatku lagi-lagi ciptakan sajak
Padamu, duhai tuan dalam diksiku
Disini terpapar aku dengan ribuan sajakku
Diluar sana berumpun para benalu
Berjejer siap tuk pikat dirimu
Tetap tuk pulanglah, diksi ini masih saja untuk dirimu. -indira-
Senja Diatas Desir Pulau Kelapa
Butiran halus tertuang
Tak terhitung,
Tak tertata,
Menyebar sepanjang kenangan.
Angin sepoi-sepoi membelai mesra
Sejuknya, sejuk segarkan jiwa
Ombak-ombak berseteru
Menyentuh kasa penopang raga
Anila buat ambu menggerutu
Disamping lebarnya layar perahu nelayan
Lambaian daun pohon kelapa
Saksi bisu, langkah perpisahan kita.
Senja tlah jadi penanda
Bahwa kita kian menua
Selamat jalan kasih,
Raih yang ingin dikau raih
Ingat suatu hari kan temu lagi
Disore yang indah, nan sunyi ini
-indira and-
Selasa, 23 Juli 2019.

Komentar dengan Facebook