Tukas Tuk Bidadariku
Lembayung senja jadi pengantar
Kasihmu yang kian membesar
Guyuran dari pupilmu datang
Banjiri seragam, tepat bahu kanan
Genggam lama kian mengerat
Terdiam tak akan berkarat
Tatap tak rela buat langkah tak kuasa
Lisan yakin tuk berkata ‘tak lama, ku kan baik-baik saja’
Bagai tersayat belir bambu
Seakan hendak jatuh seribu seru
Namun, tuk sepatahpun tiada waktu
Lewati saja masa-masa ini
Dimana ranjang untukmu sendiri
Dimasa masakan hanya tuk satu porsi
Dan hangat selimut, tiada berarti
Tunggu saja kayu renta terbuka olehku
Lihat, peluk dan cium keringat bahagiaku
Disini, dilubuk hati paling dalam
Kau kan tetap kusimpan
Jangan anggap ini sebagai masa kelam
Rasakan ini sebagai bumbu perjuangan
Hatiku hatimu satu
Bahagiakupun bahagiamu…

Komentar dengan Facebook